Macam-macam Penyakit Hati dan Cara menyembuhkannya

Macam - Macam Penyakit Hati dan Cara menyembuhkannya - Hati dalam bahasa Arab disebut Qalbu yang artinya yaitu salah satu bagian yang sangat penting dalam tubuh manusia. Hati memiliki pengaruh besar terhadap menentukan perilaku seseorang. Jika hatinya baik, maka prilaku dan amalannya pun baik. Oleh karena itu, kita harus mengetahui dan mengenal macam-macam penyakit hati yang berbahaya serta solusi atau cara menyembuhkannya.

“Orang-orang yang di dalam hati mereka terdapat penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah: 125]


Macam-macam Penyakit Hati dan Cara menyembuhkannya


Penyakit hati dapat dikatakan sangat berbahaya karena memiliki beberapa dampak buruk, diantaranya:
  • Berdosa, terancam siksa di Neraka
  • Bisa mendatangkan adzab
  • Merugikan dan membuat risih orang lain
  • Kadang bisa membuat fisik sendiri juga jadi sakit
  • Dan masih banyak lagi
Maka dari itu, sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui apa saja penyakit hati itu. Agar kemudian hari kita dapat mencegahnya. Berikut ini Macam-macam Penyakit Hati dan Cara Menyembuhkannya:

1. Takabbur

Artinya sombong.
Sombong merupakan prilaku yang dapat kita sadari ataupun tidak kita sadari. Dan bisa meresahkan orang lain.

Misalnya, tatkala ada orang yang ingin menasehati kita, tetapi kita malah menolaknya. Kita manganggap apa yang dilakukan oleh diri kita sudah benar, hebat, dan pintar, tidak ada yang salah sama sekali. Jadi tidak perlu mendengarkan apa-apa masukan dari orang lain. Karena orang lain itu kebanyakan salah, bodoh, dan tidak berguna. Padahal, bisa jadi itu hanya anggapan saja, bukan realita.

Sombong prakteknya bisa bermacam-macam. Namun intinya sombong itu adalah merendahkan orang lain dan menolak kebenaran.

Beberapa contoh orang-orang sombong yang dimusnahkan oleh Allah diantaranya adalah: Firaun, Raja Namrud, Qarun, dan lain-lain.

Allah SWT berfirman: Janganlah kalian berjalan di muka bumi dengan penuh kesombongan (QS al-Isra’ [17]: 37).

Allah SWT pun berfirman (yang artinya): Itulah kampung akhirat yang Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menghendaki kesombongan di muka bumi dan tidak pula membuat kerusakan. Akibat kebaikan itu adalah bagi kaum yang bertakwa (QS al-Qashash [28]: 83).

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam kalbunya ada sikap sombong meski sebesar biji sawi.”

Bagi mereka yang memiliki penyakit sombong, sebenarnya cara menyembuhkannya cukup mudah. Yaitu, cukup ‘buka mata’ saja untuk melihat fakta. Karena kerapnya orang yang sombong itu adalah mereka yang tidak melihat fakta bahwa sejatinya dirinya tidak seperti yang ia khayalkan.
Baca Juga: Jenis makanan Penambah Trombosit Darah Dengan Cepat
2. Riya’


Pengertian Riya Menurut Istilah ialah melakukan ibadah, diiringi dengan niat ingin nantinya dipuji manusia, dan tidak berniat beribadah kepada Allah semata.

Menurut Al-Hafidz Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Baari berkata: “Riya’ ialah menampakkan ibadah dengan tujuan dilihat manusia, lalu mereka memuji pelaku amalan itu”.

Menurut Imam Al-Ghazali, riya’ adalah mencari kedudukan pada hati manusia dengan memperlihatkan kepada mereka hal-hal kebaikan.

Riya’ ini dapat muncul kapan saja. Bisa saat sebelum beramal, maupun saat sedang beramal.

“Janganlah kalian menghilangkan pahala shadaqah kalian dengan menyebut-nyebutnya atau menyakiti (perasaan si penerima) seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak berimana kepada Allah dan hari kemudian.” (QS. Al-Baqarah: 264)
Artikel Lainnya:  Inilah Contoh 19 Syariat yang Tak Bisa Dipraktekkan Tanpa Adanya Negara Islam Khilafah

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya.” (QS. Al Maa’uun 4-6)

3. Ujub
Ujub adalah sikap mengagumi diri sendiri. Merasa lebih daripada yang lain. Serta Berbangga seperti berbangga diri dan orang lain tidak memilikinya.

Mungkin hampir mirip dengan takabbur. Namun kalau ujub, belum tentu sambil berkeyakinan menolak kebenaran.

Menurut Imam Al-Ghazali, “Perasaan ‘ujub adalah kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Allah.”

Penyebab orang menjadi Ujub yaitu:
  • Mendapatkan banyak pujian-pujian dari orang lain
  • Banyak berhasil beberapa kali
  • Memiliki wewenang besar dan langka, yang bila dimanfaatkan akan sangat memudahkan yang biasanya sulit
  • Terkenal
  • Memiliki banyak pengetahuan
  • Fisik dan penampilan yang baik dan menarik
  • Dan lain-lain…

Ujub itu terjadi bila telah berhenti dari berdzikir kepada Allah.

Firman allah swt dalam al-qur'an:
“Bagi Allah semua kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antaranya.” (QS. Al Maidah: 120)

Rasulullah Saw bersabda, “Tiga hal yang membinasakan: Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar, dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.” (HR. Thabrani)

4. Sum’ah

Kata “sum’ah” berasal dari kata “samma’a”, yang artinya secara bahasa ialah “memperdengarkan”.

Sedangkan secara definisi, istilah, sum’ah adalah sikap seorang muslim yang membicarakan atau memberitahukan amal shalihnya -yang sebelumnya tidak diketahui atau tersembunyi- kepada manusia lain, agar dirinya mendapatkan kedudukan dan/atau penghargaan dari mereka, atau mengharapkan keuntungan materi.

Jika ada dari kita yang merasa kebingungan apa itu perbedaan sum'ah dengan riya. Dibawah ini terdapat penjelasannya, yaitu:
Semua riya itu termasuk perbuatan tercela. Sedangkan sum’ah, bisa jadi termasuk amal terpuji jika ia melakukannya karena Allah dan untuk memperoleh ridha-Nya, dan tercela jika dia membicarakan amalnya di hadapan manusia.

Dalam Al-Qur’an Allah telah memperingatkan tentang sum’ah dan riya ini: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia…” (QS. Al-Baqarah : 264)

Rasulullah Saw juga memperingatkan dalam haditsnya, “Siapa yang berlaku sum’ah maka akan diperlakukan dengan sum’ah oleh Allah dan siapa yang berlaku riya maka akan dibalas dengan riya.” (HR. Bukhari)

Diperlakukan dengan sum’ah oleh Allah maksudnya adalah, diumumkan aib-aibnya di akhirat. Sedangkan dibalas dengan riya, artinya diperlihatkan pahala amalnya, namun tidak diberi pahala kepadanya.

5. Hasad

Hasad adalah merasa iri dengki pada kenikmatan dan kelebihan orang lain, disertai harapan agar semua itu hilang dari orang lain itu. Baik disertai harapan agar berpindah kepada dirinya, atau pokoknya asal lenyap saja.

Hasad hukumnya haram, baik dalam hal duniawi atau hal agama.  Apalagi kalau hasad itu disertai tindakan, perbuatan, atau ucapan, langsung atau tidak langsung, agar kenikmatan/kelebihan itu hilang dari pemiliknya.
Artikel Lainnya:  Jika Kamu Ingin Menjadi Istri yang Tangguh, Belajarlah dari Kisah Siti Hajar Ini

Abu Hurairah ra. menuturkan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan saling menjauhi, dan jangan sebagian kalian membeli di atas pembelian yang lain.  Jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara.  Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzaliminya, enggan membelanya, membohonginya dan menghinanya.  Takwa itu di sini—Rasul menunjuk dada beliau tiga kali. Keburukan paling keterlaluan seseorang adalah ia menghina saudaranya yang Muslim.  Setiap Muslim atas Muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR Muslim dan Ahmad)

6. Taqtir
Taqtir itu artinya terlalu pelit. Tidak mau mengeluarkan harta, padahal wajib.

Imam Ibnu Jauzi dalam kitabnya at-thibbu ar-ruhi mendefinisikan kikir sebagai sifat enggan menunaikan kewajiban, baik harta benda ajau jasa.

Kikir ini termasuk penyakit hati yang sangat membahayakan. Apalagi kalau semakin banyak orang yang seperti ini, bisa-bisa semasyarakat akan hancur. Lantaran, tiap orang memang punya hak dari orang lain. Kalau itu ditahan, maka kebutuhan orang akan macet. Namun tentu alasan utamanya adalah karena bila kewajiban ditahan, maka Allah akan murka, sehingga sulit bahkan bisa saja mustahil mendapat berkah.

Rasulullah Saw bersabda: “Seburuk-buruk sifat yang ada pada seseorang adalah sifat pelit yang sangat pelit dan sifat pengecut yang sangat pengecut.” (HR. Ahmad)

Maka, apabila kita termasuk orang yang seperti itu, hendaknya kita menghilangkan penyakit hati tersebut dengan cara merenungkan bagaimana kondisi kita di Akhirat kelak bila sifat kikir itu dipelihara terus-terusan. Malah bisa jadi balasan buruknya bukan sekadar didapat di Akhirat, di Dunia pun bisa jadi dapat juga.

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali ‘Imran: 180)

“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar” (QS. Al Lail: 8-10)

7. Panjang angan-angan
Orang yang terlalu panjang angan-angan pun berbahaya. Karena dia mengerahkan segenap tenaganya, waktunya, dan uangnya untuk mengejar keinginan-keinginannya; sembari melalaikan kewajibannya dan malah tak peduli hal-hal yang diharamkan.

Orang seperti itu, seolah-olah atau memang menganggap dirinya tak akan mati, atau matinya masih lama. Sehingga, dia tidak mempersiapkan bekal untuk menghadapi hari Akhir.

Cara menyembuhkan Penyakit Hati :

Macam-macam Penyakit Hati dan Cara menyembuhkannya
Menurut Imam Ibnul Qoyim, ada 2 cara mengatasi dan menyembuhkan penyakit hati, yaitu :

1. Menjaga kekuatan mental
Ibnul Qoyim menjelaskan bahwa salah satu upaya yang harus di lakukan orang yang memiliki penyakit hati adalah menjaga kekuatan mentalnya, dengan ilmu yang bermanfaat dan melakukan berbagai ketaatan. Hatinya harus dipaksa untuk mendengarkan nasehat dan ilmu yang bersumber dari Al-Quran dan sunah, serta fisiknya dipaksa untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Karena ilmu dan amal, merupakan nutrisi bagi hati manusia.

2. Menghindari hal-hal yang membuat penyakit lebih parah
Ibnul Qoyim menyatakan, orang yang sakit hati harus menghindari segala yang bisa memperparah panyakit dalam hatinya, yaitu dengan menjauhi semua perbuatan dosa dan maksiat. Dia hindarkan dirinya dari segala bentuk penyimpangan. Karena dosa dan maksiat adalah sumber penyakit bagi hati.

Berikut ini 10 hal yang dapat dilakukan sebagai upaya dalam penyembuhan penyakit hati yang diderita :
  1. Membaca dan menyimak Al Qur’an
  2. Merasakan keagungan Allah SWT
  3. Mencari dan mempelajari ilmu agama
  4. Banyak berdzikir
  5. Memperbanyak amal sholeh
  6. Rajin melakukan ibadah
  7. Banyak mengingat mati
  8. Selalu ingat akan tibanya hari akhir
  9. Tidak terlalu mengharap dunia
  10. Berdo’a kepada allah SWT agar dijaga keimanan kita
Semoga artikel Macam-macam Penyakit Hati dan Cara menyembuhkannya ini dapat memberi pencerahan dan bernilai manfaat bagi kita semua, Amiin.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Macam-macam Penyakit Hati dan Cara menyembuhkannya"